Double Acting dan Single Acting Pneumatic Actuator Ball Valve

Anda sering mendengar istilah Double Acting Actuator? Ada juga istilah Single Acting Actuator? Sebenarnya apa arti dari istilah diatas jika dihubungkan dengan Ball Valve dengan Pneumatic Actuator (Ball Valve with Pneumatic Actuator).

Istilah Ball Valve dengan Pneumatic Actuator adalah Ball Valve dengan penggerak Pneumatik atau memakai angin dimana akses untuk membuka dan menutup angin diatur oleh Solenoid Valve. Cara Actuator Ball Valve membuka dan menutup ini dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Double Acting Actuator yaitu bila membuka dan menutupnya Ball Valve ini murni dari kekuatan angin (pneumatic). Ciri dari Pneumatic Actuator Ball Valve ini adalah adanya dua lobang untuk selang angin. Satu selang untuk membuka ball valve dan satu selang lagi untuk menutup ball valve. Jadi Ball Valve dengan Double Acting Actuator ini hanya bisa membuka dan menutup penuh tergantung pengaturan solenoid valve selang udara. Kelemanahan Ball Valve dengan Pneumatic Actuator ini adalah bila tiba-tiba listrik padam posisi valve adalah posisi pada saat terakhir listrik padam artinya bisa dalam posisi membuka atau menutup. Tentu saja hal ini berbahaya untuk proses control karena apabila Ball Valve with Pneumatic Actuator itu dalam untuk aplikasi pemanasan dengan menggunakan uap misalnya, bila posisi akhir Ball Valve with Pneumatic Actuator ini menutup tentu saja proses pemanasan menjadi sangat terganggu karena produk atau media yang seharusnya panas menjadi dingin. Kelebihan dari Ball Valve with Pneumatic Actuator ini tentu saja adalah harganya relatif lebih murah jika dibandingkan dengan Ball Valve with Single Acting Actuator
  2. Single Acting Acuator yaitu bila membuka dan menutupnya Ball Valve ini sebagian dibantu oleh Pegas (spring). Oleh karena itu Single Acting Ball Valve with Pneumatic Actutor ini disebut juga Spring Return Ball Valve with Pneumatic Actuator. Secara visual Pneumatic Ball Valve with Single Acting Pneumatic Actuator hanya ada satu lobang yang berfungsi (meskipun ada dua lubang, tetapi yang satu biasanya di-plug untuk keluaran angin untuk membuka dan menutup Ball Valve. Kelebihan dari Single Acting Pneumatic Ball Valve ini adalah jika pada saat listrik tiba-tiba padam posisi terakhir Ball Valve bisa dipastikan buka atau tutup (jadi lebih aman) tergantung tipe Operated Valve-nya apakah Normally Open (NO) atau Normally Closed (NC). Kekurangan dari Single Acting Ball Valve Pneumatic Actuator adalah harganya yang relatif mahal jika dibandingkan tipe Double Acting Ball Valve with Pneumatic Actuator.

 

Double Acting Pneumatic Actuated Ball ValveBALL VALVE WITH PNEUMATIC ACTUATOR

 

 

Leave a Reply

CV. PRIMA UTAMA © 2013 Frontier Theme